PANDUAN KERJA ANALISA DOBI DAN β- CAROTEN
(UNTUK MENGHINDARI KESALAHAN PADA PENGUKURAN DAN PERHITUNGAN)
PENIMBANGAN SAMPLE CPO
1. Pastikan labu ukur 10 mL dan spatula/ sudip yang digunakan bersih
2. Gunakan sudip/ spatula untuk mengambil sample CPO
3. Timbang sample mendekati 0,1000 gram ke dalam labu ukur 10 mL
PELARUTAN SAMPLE CPO
1. Pindahkan reguent isooctan Pa ( Pro Analyst) ke dalam labu semprot
(untuk mempermudah pelarutan)
2. Larutkan sample dalam labu ukur menggunakan pelarut iso octan.
3. Lakukan pengenceran hingga mendekati garis tera.
4. Gunakan pipet tetes untuk menghimpitkan larutan pada garis tera.
5. Segera tutup labu ukur agar tidak terjadi penguapan.
6. Homogenkan.
PENUANGAN LARUTAN SAMPLE
1. Gunakan kuvet yang bersih dan kering
2. Pisahkan antara kuvet blangko dengan kuvet sample
3. Bilas kuvet dengan isooctane minimal 2X sebelum digunakan untuk
pengukuran blangko.
4. Tuang blanko ke dalam kuvet secara perlahan-lahan, pastikan tidak ada
gelembung udara . Masukkan dalam spectro.
5. Bilas kuvet lain dengan sample yang hendak diukur minimal 2X .
6. Tuang sample ke dalam kuvet secara perlahan-lahan, pastikan tidak ada
gelembung udara atau partikel yang terapung atau menempel pada dinding kuvet.
7. Lap bagian halus kuvet menggunakan tissue halus. Pastikan pengelapan
dilakukan searah. Cek dengan menerawangkan pada sinar untuk memastikan
tidak ada tissue, kotoran, lemak, dsb yang menempel pada dinding kuvet.
KEBERSIHAN DAN PENYIMPANAN BAHAN DAN ALAT
KUVET
1. Setelah selesai digunakan, bilas kuvet dengan heksan teknis hingga bersih .
2. Segera keringkan permukaan luar kuvet dengan tissue halus. Pastikan
pengelapan searah.
3. Segera balikkan kuvet 180 0 dari posisi awal. Setelah kering masukkan
kuvet ke wadahnya.
LABU UKUR
1. Setelah selesai digunakan, bilas labu ukur dengan heksan teknis
hingga bersih .
2. Segera keringkan permukaan luar labu ukur dengan tissue halus.
Pastikan pengelapan searah.
3. Balikkan 60 0 dari posisi awal.
Simpan semua peralatan pada tempat yang kering dan terhindar dari debu
PENYIMPANGAN YANG TERJADI PADA HASIL PENGUKURAN KEMUNGKINAN DISEBABKAN OLEH HAL-HAL SEBAGAI BERIKUT :
1. Reguent Isooctan sudah kadaluarsa
2. Homogenisasi tidak sempurna
3. Labu ukur tidak segera di tutup pada saat proses pengenceran
4. Setelah preparasi sample tidak langsung dilakukan Pengukuran
5. Terjadinya kekeruhan pada sample larutan CPO
6. Tidak dilakukan pembilasan dengan larutan yang sama saat akan
melakukan pengukuran
7. Pengelapan kuvet yang kurang bersih
8. Adanya partikel atau gelembung udara pada larutan di dalam kuvet
9. Perhitungan DOBI dan Caroten yang kurang teliti,
10. Pengelapan pada bagian dalam kuvet (TIDAK BOLEH DILAKUKAN)
PENYELESAIAN MASALAH
1. Cek reguent pada saat diterima, meliputi :
- Nama reguent
- Tanggal kadarluarsa
- Kemurniannya ( apakar teknis atau Pro Analyst ?)
- Merk sesuai dengan yang dipesan
- Segel pada tutup reguent
2. Homogenisasi :
a.Pada saat penimbangan, sample dipanaskan 60o C hingga seluruh fraksi padat
meleleh, lakukan pengocokan , pastikan homogen.
b.Pada saat pengenceran masukkan sedikit larutan isooctan kedalam labu ukur
sambil digoyang untuk melarutkan sample CPO. Setelah larut encerkan hingga
mendekati garis tera. Himpitkan dengan menggunakan pipet tetes.
Homogenkan lagi.
3. Segera dilakukan penutupan labu ukur setelah proses pengenceran.
4. Segera dilakukan pengukuran DOBI dan Caroten mengunakan spektrofotometer
setelah preparasi lengkap.
5. Lakukan penyaringan sebelum dilakukan penimbangan simple CPO, menggunakan
kertas saring whatman no 41. (Untuk sample yang terlihat ada partikel lain
selain CPO).
6. Lakukan pembilasan terlebih dahulu menggunakan larutan yang hendak diukur.
7. Pastikan tissue yang digunakan bersih dan halus, lakukan pengelapan secara
searah (dari atas ke bawah), cek kembali dengan menerawangkan pada cahaya.
Jika Belum bersih lakukan pengelapan kembali.
8. Tuangkan larutan sample CPO kedalam kuvet dengan perlahan-lahan sehingga
tidak menimbulkan gelembung udara.
9. Lihat rumus perhitungan DOBI dan Caroten sebelum melakukan perhitungan.
Cek kembali apakah perhitungan dalam rumus sesuai dengan volume labu ukur
yang digunakan.
10. Tidak perlu dilakukan pengelapan bagian dalam kuvet karena akan
meninggalkan partikel tissue (meskipun tidak terlihat oleh mata).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
Selamat Siang Pak ,
informasi pada Blog sangat membantu , kalau tidak keberatan , pengukuran dengan spectro pada panjang gelombang berapa ? thanks
Posting Komentar