Minggu, 23 November 2008

Metoda Analisa Deterioration of Bleachability Index pada Crude Palm Oil

PANDUAN KERJA ANALISA DOBI DAN β- CAROTEN
(UNTUK MENGHINDARI KESALAHAN PADA PENGUKURAN DAN PERHITUNGAN)

PENIMBANGAN SAMPLE CPO
1. Pastikan labu ukur 10 mL dan spatula/ sudip yang digunakan bersih
2. Gunakan sudip/ spatula untuk mengambil sample CPO
3. Timbang sample mendekati 0,1000 gram ke dalam labu ukur 10 mL

PELARUTAN SAMPLE CPO
1. Pindahkan reguent isooctan Pa ( Pro Analyst) ke dalam labu semprot
(untuk mempermudah pelarutan)
2. Larutkan sample dalam labu ukur menggunakan pelarut iso octan.
3. Lakukan pengenceran hingga mendekati garis tera.
4. Gunakan pipet tetes untuk menghimpitkan larutan pada garis tera.
5. Segera tutup labu ukur agar tidak terjadi penguapan.
6. Homogenkan.

PENUANGAN LARUTAN SAMPLE
1. Gunakan kuvet yang bersih dan kering
2. Pisahkan antara kuvet blangko dengan kuvet sample
3. Bilas kuvet dengan isooctane minimal 2X sebelum digunakan untuk
pengukuran blangko.
4. Tuang blanko ke dalam kuvet secara perlahan-lahan, pastikan tidak ada
gelembung udara . Masukkan dalam spectro.
5. Bilas kuvet lain dengan sample yang hendak diukur minimal 2X .
6. Tuang sample ke dalam kuvet secara perlahan-lahan, pastikan tidak ada
gelembung udara atau partikel yang terapung atau menempel pada dinding kuvet.
7. Lap bagian halus kuvet menggunakan tissue halus. Pastikan pengelapan
dilakukan searah. Cek dengan menerawangkan pada sinar untuk memastikan
tidak ada tissue, kotoran, lemak, dsb yang menempel pada dinding kuvet.

KEBERSIHAN DAN PENYIMPANAN BAHAN DAN ALAT

KUVET
1. Setelah selesai digunakan, bilas kuvet dengan heksan teknis hingga bersih .
2. Segera keringkan permukaan luar kuvet dengan tissue halus. Pastikan
pengelapan searah.
3. Segera balikkan kuvet 180 0 dari posisi awal. Setelah kering masukkan
kuvet ke wadahnya.

LABU UKUR
1. Setelah selesai digunakan, bilas labu ukur dengan heksan teknis
hingga bersih .
2. Segera keringkan permukaan luar labu ukur dengan tissue halus.
Pastikan pengelapan searah.
3. Balikkan 60 0 dari posisi awal.

Simpan semua peralatan pada tempat yang kering dan terhindar dari debu


PENYIMPANGAN YANG TERJADI PADA HASIL PENGUKURAN KEMUNGKINAN DISEBABKAN OLEH HAL-HAL SEBAGAI BERIKUT :


1. Reguent Isooctan sudah kadaluarsa
2. Homogenisasi tidak sempurna
3. Labu ukur tidak segera di tutup pada saat proses pengenceran
4. Setelah preparasi sample tidak langsung dilakukan Pengukuran
5. Terjadinya kekeruhan pada sample larutan CPO
6. Tidak dilakukan pembilasan dengan larutan yang sama saat akan
melakukan pengukuran
7. Pengelapan kuvet yang kurang bersih
8. Adanya partikel atau gelembung udara pada larutan di dalam kuvet
9. Perhitungan DOBI dan Caroten yang kurang teliti,
10. Pengelapan pada bagian dalam kuvet (TIDAK BOLEH DILAKUKAN)


PENYELESAIAN MASALAH

1. Cek reguent pada saat diterima, meliputi :
- Nama reguent
- Tanggal kadarluarsa
- Kemurniannya ( apakar teknis atau Pro Analyst ?)
- Merk sesuai dengan yang dipesan
- Segel pada tutup reguent
2. Homogenisasi :
a.Pada saat penimbangan, sample dipanaskan 60o C hingga seluruh fraksi padat
meleleh, lakukan pengocokan , pastikan homogen.
b.Pada saat pengenceran masukkan sedikit larutan isooctan kedalam labu ukur
sambil digoyang untuk melarutkan sample CPO. Setelah larut encerkan hingga
mendekati garis tera. Himpitkan dengan menggunakan pipet tetes.
Homogenkan lagi.
3. Segera dilakukan penutupan labu ukur setelah proses pengenceran.
4. Segera dilakukan pengukuran DOBI dan Caroten mengunakan spektrofotometer
setelah preparasi lengkap.
5. Lakukan penyaringan sebelum dilakukan penimbangan simple CPO, menggunakan
kertas saring whatman no 41. (Untuk sample yang terlihat ada partikel lain
selain CPO).
6. Lakukan pembilasan terlebih dahulu menggunakan larutan yang hendak diukur.
7. Pastikan tissue yang digunakan bersih dan halus, lakukan pengelapan secara
searah (dari atas ke bawah), cek kembali dengan menerawangkan pada cahaya.
Jika Belum bersih lakukan pengelapan kembali.
8. Tuangkan larutan sample CPO kedalam kuvet dengan perlahan-lahan sehingga
tidak menimbulkan gelembung udara.
9. Lihat rumus perhitungan DOBI dan Caroten sebelum melakukan perhitungan.
Cek kembali apakah perhitungan dalam rumus sesuai dengan volume labu ukur
yang digunakan.
10. Tidak perlu dilakukan pengelapan bagian dalam kuvet karena akan
meninggalkan partikel tissue (meskipun tidak terlihat oleh mata).

Senin, 17 November 2008

Armita Abadi = Kerry Ingredients

Ada yang berubah ketika saya menelpon teman saya ( bukan customer lagi ) di PT Armita Abadi. Mesin penjawab telpon tidak lagi menyebut nama Armita Abadi lagi.
Saya pun terkaget kaget, jangan jangan salah nomer lagi. Setelah mengecek no telp untuk kedua kalinya saya pun memberanikan diri untuk meminta konfirmasi pertemuan. Thanks God, ternyata teman saya masih ada dan bersedia dikunjungi.

PT Armita Abadi, salah satu perusahaan lokal yang memproduksi ingredients akhirnya berganti nama juga. Bisik bisik yang sudah lama terdengar Sekarang menjadi kenyataan. Perusahaan tersebut berganti nama menjadi Kerry Ingredients, salah satu bagian dari Kerry Group

Kerry Group adalah sebuah group yang menjadi leader di Industri Food Global. Mereka memproduksi dan memasarkan lifestyle dan nutritional food, flavour serta Ingredients.

Saya berharap perusahaan tersebut akan mengalami peningkatan yang luar biasa setelah pergantian nama ( proses bisnisnya, diakuisisi atau bukan , saya belum dapet info ). Karena semakin banyak produksi yang dihasilkan, akan semakin banyak juga kebutuhan media mikrobiologinya.

Btw, ketika saya berbicara dengan salah satu teman saya mengenai hal ini, komentarnya Cuma singkat.
“ Ga ada lagi deh perusahaah flavour and Ingredients yang local,”
benar nich…..

Senin, 10 November 2008

Apa yang perlu anda ketahui tentang Skoliosis ?

Pada Tanggal 8 November 2008, salah satu teman baik saya punya kegiatan yang luar biasa. Hari itu, teman saya dan keluarganya menjadi panitia untuk sebuah acara sosialisasi organisasi sosial dengan nama “Masyarakat Skoliosis Indonesia “. Acara nya sendiri dilangsungkan pada pagi hari disekitar senayan.

Sehubungan dengan beberapa hal, saya tidak dapat mengikuti acara tersebut, Sebagai bagian dari keikutsertaan saya menyebarluaskan informasi tentang skoliosis ini, izinkan saya mengutip satu tulisan tentang apa itu skoliosis dan bagaimana kita mewaspadainya.
Jika ada yang membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan mampir ke www.msindonesia.org

Waspadai Scoliosis

Tonjolan di punggung, disertai sering sakit kepala, kram, kesemutan dan gejala lainnya, merupakan tanda-tanda scoliosis yang sering tidak terdeteksi pada masa kanak-kanak. Padahal setelah remaja, scoliosis bisa menyebabkan tekanan jiwa pada penderitanya.

“Saya terdeteksi menderita scoliosis tahun 1994 ketika duduk di bangku kelas 1 SMP," demikian tutur Prita (25 tahun). Tidak ada gejala khusus yang membuatnya curiga, kecuali sering sesak napas dan kesulitan ketika harus menjalani beberapa gerakan pada saat olahraga (sit-up dan roll-over). "Jika dipaksakan, punggung sava terasa sakit," ujarnya. Prita pun memeriksakan diri ke dokter. "Saya diminta dokter membungkuk sambil menahan napas. Ketika itulah baru diketahui bahwa sava menderita scoliosis, tulang punggung saya bengkok ke kanan," katanya. Memang tampak punggung Prita bagian kanan sedikit lebih menonjol dibanding yang kiri.

Prita masih dianggap beruntung karena kelengkungan scoliosis yang dideritanya sekitar 30 derajat, masih termasuk ringan. Namun dengan berjalannya waktu, penderitaan Prita pun bertambah. "Nyeri punggung merupakan siksaan yang sudah terbiasa saya tanggung, terutama di malam hari atau seusai melakukan kegiatan fisik yang berat," tuturnya. Dan kini seharian di kantor dan duduk berlama-lama di depan komputer, penderitaan Prita pun bertambah dengan sakit kepala dan leher yang menjalar hingga punggung dan pinggul.

Scoliosis bisa muncul dengan gejala lain. Mungkin Anda pernah melihat seseorang yang pundaknya miring, yang kiri lebih rendah dari yang kanan (atau sebaliknya). Atau Anda pernah melihat seseorang yang sikap berjalannya miring disebabkan pinggulnya tinggi sebelah. Bisa jadi mereka adalah penderita scoliosis yang gejalanya tidak terdeteksi ketika masih kecil.

Scoliosis perlu ditangani dengan baik, karena seiring dengan pertumbuhan badan si anak, scoliosis bisa mengganggu postur tubuh sehingga membuat penderitanya menjadi minder Tidak hanya itu, penderita scoliosis pun akan `diteror' oleh rasa sakit dan sesak napas yang berkepanjangan, karena ketidakwajaran bentuk tulang belakang dapat mengganggu fungsi organ tubuh.

Deteksi gejala scoliosis sangat diperlukan, agar Anda bisa mengetahui secara dini apakah seseorang cenderung menderita scoliosis. Apa saja yang harus diwaspadai, dan apa yang harus dilakukan jika seseorang terdeteksi scoliosis?

Kelainan Bentuk Tulang Belakang

Scoliosis adalah kelainan bentuk tulang belakang yang ditandai melengkungnya tulang belakang ke arah samping (lateral curvature of the spine). Kata scoliosis berasal dari bahasa Yunani scolios yang artinya bengkok atau berputar. Kelainan tulang punggung ini tampak jika dilihat dari belakang.

Jika dilihat dari samping tulang belakang yang normal berbentuk huruf S yang memanjang (elongated S). Bagian depan atas sedikit melengkung ke arah luar dan bagian belakang bawah sedikit melengkung ke arah dalam. Jika dilihat dari belakang, tulang punggung yang normal berbentuk garis lurus dari leher sampai ke tulang ekor. Sedangkan pada penderita scoliosis, akan tampak adanya satu atau lebih lengkungan ke samping yang tidak wajar pada punggung.

Seorang anak didiagnosa scoliosis jika ditemukan dua macam kelainan pada tulang belakangnya, yaitu:
• Lateral curvature: terjadi jika tulang belakang bengkok. Ini bisa dilihat dari belakang ketika penderita pada posisi berdiri dengan tubuh dibungkukkan 90 derajat ke depan. Jika tulang tampak seperti huruf S, bentuknya menyimpang, punggung tidak sama tinggi atau ada tonjolan, berarti scoliosis.

• Rotation: terjadi jika ada sendi tulang belakang yang terputar. Kadarnya hanya sedikit, namun selalu ada pada setiap gejala scoliosis. Aspek ini menyebabkan tulang belakang berbentuk berliku. Penyimpangan kurang dari 10 derajat dianggap masih normal.

Penyebab Scoliosis

Dokter Michael Cornish, chiropractor lulusan RMIT, Melbourne, Australia, yang berpraktik di klinik Chiropractic di Indonesia, mengatakan. "Secara keilmuan, penyebab scoliosis tidak diketahui. Namun, secara spekulatif, saya menduga salah satu penyebabnva adalah pola makan yang salah dan postur tubuh yag kurang baik." Senada dengan pernyataan tersebut Dr Tinah Tan, Chiropractor dari Citylife Chiropractic, mengatakan bahwa kekurangan asam folat pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko sambungan spina tulang belakang pada bayi yang dikandung menjadi tidak sempurna (cacat spina bifida). Keadaan ini dapat memicu scoliosis.

Sedangkan menurut Dr Luthfi Gatam, SpOT, spesialis ortopedi & traumatologi dari RS Fatmawati, bahwa 80% scoliosis tidak diketahui penyebabnya. Ini disebut idiopathic scoliosis. Kata idiopathic menunjukkan bahwa penyebabnya tidak diketahui. Usia penderita bisa di bawah 3 tahun sampai di atas 19 tahun.

Ada juga scoliosis yang diketahui penyebabnya, yaitu dikategorikan sebagai congenital scoliosis atau kelainan bawaan. Ini disebabkan oleh perkembangan tulang belakang yang tumbuh abnormal. Termasuk kelompok ini adalah sindrom kerdil (osteochondrodystrophy). Contoh-contoh tersebut termasuk kategori scoliosis struktural.

Ada pula scoliosis non-struktural yang disebabkan adanya masalah dengan bagian tubuh lain. Misalnya kaki yang tidak sama panjang, sehingga terjadi lengkungan abnormal pada tulang belakang. Kejang otot dan radang otot juga bisa menimbulkan kelainan tulang belakang. Jika penyebab scoliosis didiagnosa non-struktural, penanganannya bukan reposisi tulang belakang melainkan reposisi bagian tubuh yang menyebabkan scoliosis tersebut.

Dari Rasa Sakit sampai Sesak Napas

Kasus scoliosis memerlukan pemeriksaan atau check-up pada waktu-waktu tertentu secara reguler. Dari 1000 penderita anak, 3-5 anak penyakitnya berkembang menjadi lebih parah. Keadaan ini memerlukan penanganan khusus seperti penggunaan brace, terapi kbusus bahkan banyak yang menjalani operasi. Pada orang dewasa scoliosis yang diderita biasanya merupakan kelanjutan kelainan dari masa kanak-kanak yang tidak ditangani dengan baik. Bisa juga akibat proses degeneratif yang terjadi pada sendi-sendi tulang belakang.

Menurut Dr Tinah Tan, seorang chiropractor, kondisi tulang belakang yang tidak sempurna akan menyebabkan fungsi organ yang ada di dalam tubuh menjadi terganggu. Contohnya, scoliosis bisa menghambat pergerakan rusuk dan volume paru-paru (pulmonary hipertention) sehingga penderita sering sulit bernapas (sesak papas). Inilah yang dialami Prita.

Penderita scoliosis juga lebih mudah terkena osteoartritis akibat pergerakan sendi yang terhambat pada satu sisi. Selain itu, scoliosis juga menyebabkan kelelahan tulang dan sendi, sehingga penderitanya sering merasakan nyeri, sakit kepala, kaku otot, atau pegal punggung. Sedangkan penderita lain, Ade Rose (31 tahun) mengalami gejala kesemutan dan kejang kaki ketika hamil. Tingkat keparahan Ade 36 derajat. Setelah melahirkan gejala semakin parah ditambah badan pegal dan kaki kanan ngilu. Menurut Dr Tinah Tan, scoliosis yang parah bisa menyulitkan proses persalinan. Sedangkan Astrid Triandini, penderita scoliosis Yang berusia 21 tahnn, merasakan sakit tulang, pusing kepala, dan ada tonjolan di punggungnya. Tingkat keparahan Astrid 40 derajat.

Scoliosis bisa diderita setiap orang, namun lebih banyak diderita wanita. "Di klinik saya perbandingannva 10:1," ujar Dr Michael Cornish. Sedangkan di RS Fatmawati rasionya 9:1. "Sampai sekarang masih merupakan misteri, kenapa wanita lebih banyak menderita scoliosis dibanding pria,” kata Dr Luthfi Gatam, SpOT.

Gejala scoliosis biasanya tampak jelas pada usia 9-13 tahun. Ade baru mengetahui dirinya mengalami scoliosis ketika berusia 27 tahun, sedangkan Prita pada usia 11 tahun. Penderita lain, Astrid Triandini (21 tahun) meuyadari ada kelainan tulang belakang ketika duduk di kelas 1 SMU.

Sumber. Majalah Nirmala

Jumat, 07 November 2008

Siapa yang harus kita kalahkan?

Tanggal, 5 November 2008 saya berkesempatan untuk datang ke sebuah perusahaan Air Minum Dalam Kemasan yang cukup besar, mungkin bisa dibilang terbesar di Indonesia. Ketika memasuki ruangan dalam saya tertegun membaca rangkaian kata kata yang ditempel didinding persis didepan saya ,

“ Tugas kita bukan untuk mengalahkan orang lain
Tapi untuk mengalahkan diri sendiri ,
Tugas kita untuk memecahkan rekor yang telah kita capai hari ini ”

Saya sudah sering melihat kalimat ini di banyak buku motivasi, tetapi melihat kalimat ini terpatri di dinding sebuah perusahaan membuat saya merasa mendapat pencerahan baru.Mungkin ini sebabnya mereka berhasil menjadi perusahaan besar yang sampai sekarang masih tetap tegar. Walaupun tahun lalu mereka memdapatkan tantangan karena salah satu produknya dianggap bermasalah, mereka cuma butuh satu tahun untuk membuat keadaan jauh lebih baik.

Kalau kita memasukkan ini kedalam konteks pribadi, mungkin inilah yang harus kita lakukan untuk menjadi pribadi atau karyawan yang jauh lebih baik, melihat pencapaian yang telahkita raih hari ini, dan membuat targer baru secara regulerdiatas target yang telah kita capai. Saya juga teringat akan salah satu pembicaraan dalam seminar james gwee, bahwa karyawan yang secara terus menerus meningkatkan diri akan ” terlihat ” secara jelas di kelompok karyawan yang lain. Merekalah yang nantinya akan mendapat jalur cepat untuk promosi. Bila karena bebeberapa faktor, perusahaan tidak melihat kelebihan mereka, mereka akan segera diambil oleh perusahaan lain yang yang melihat kelebihan kelebihan mereka.

Perusahaan besar memerlukan karyawan karyawan dengan semgat pencapaian yang tinggi, semangat menetapkan inovasi berkelanjutan. Bukan hanya masalah detail pekerjaan tapi khususnya bagaimana mereka merepapkan inovasi berkelanjutan untuk diri mereka sendiri.

So, pagi ini saya mulai berpikir tentang target target yang saya akan tingkatkan mulai hari ini, Berapa banyak buku yang saya baca, berapa banyak seminar yang akan saya ikuti, berapa banyak customer yang harus saya datangi perhari dan banyak target lain yang saya ga bisa tuliskan disini.

Selasa, 04 November 2008

Vogel Johnson, Nasibmu kini...........................

Sehubungan dengan Harmonisasi metoda analisa mikrobiologi untuk produk non steril di USP/EP, p enggunaan Vogel Johnson Agar untuk mendeteksi staphylococcus akhirnya tidak diperkenankan lagi.

105405, Vogel- Johnson Agar, Base adalah medium yang diperkenalkan oleh Zebovitz tahun 1955 dan dimodifikasi oleh Vogel dan Johnson tahun 1960. Media ini biasanya digunakan untuk mendeteksi staphylococcus yang bereaksi positive dengan manitol dalam sample klinis dan sample sample lainnya.


Pada media ini bakteri yang tumbuh akan dihambat dengan tellurite, lithium chloride dan glycine dengan konsentrasi tinggi. Staphylococcus mungkin sedikit terhambat tapi ini akan dikompensasi dengan keberadaan mannitol dan glycine. Mannitol juga berlaku sebagai media pembeda karena sifatnya yang dapat didegradasi menjadi asam oleh staphylococcus yang paling pathogen.Reaksinya akan dibantu dengan phenol red yang warnanya akan berubah menjadi kuning. Staphylococcus pathogen akan mereduksi tellurite menjadi metallic tellurium yang koloninya nanti akan berwarna hitam

Sebagai gantinya , sesuai rekomendasi metoda harmonisasi digubakan Mannitol Salt Phenol Red Agar, 1054, Mannitol Salt Phenol Red adalah versi modifikasi dari selektif agar yang diajukan oleh Chapman tahun 1945. Media ini biasanya digunakan untuk analisa staphylococcus dalam sample makanan dan sample sample lainnya,

Dalam media ini, bakteri yang dapat tumbuh hanya mikroorganisme yang tahan terhadap garam termasuk staphylococcus, arena konsentrasi garamnya yang sangat tinggi. Degradasi dari manitol menjadi asam berkorelasi secara langsung atau tidak dengan pathogenitas dari staphylococcus aureus dan dapat menjadi indikatornya.

Waroeng Ide

Salah satu kegiatan sampingan yang bisa saya nikmati di sela sela pekerjaan sekarang adalah melaksanakan wisata kuliner. Sebuah pencarian pengalaman untuk menikmati tempat makan yang paling favorit di suatu daerah. Bukan cuma mencari tempat makanan yang paling enak, tapi juga yang harganya paling ekonomis.

Jadilah minggu kemarin bersama teman teman saya pergi ke Bogor. Tujuan awalnya adalah melakukan presentasi produk disebuah perusahaan makanan di kawasan Ciawi, Bogor. Sebagai informasi tambahan, Bogor merupakan kota yang mendapat tempat paling istimewa dihati saya.

Sebelum sampai ditempat tujuan, Hari itu kami setuju untuk menikmati santapan siang disebuah rumah makan sunda di Ciawi.Menikmati hidangan sunda yang lengkap sampai ke lalapan, sayur asem dan sambal dadakan Setelah selesai kita juga melihat dan mencatat semua tempat tempat santapan makan yang baru disekitar bogor dengan segala merek dan logonya.

Tapi, dari semua warung yang saya lihat hari itu ,yang menarik adalah sebuah waroeng kecil didepan pintu masuk perusahaan customer yang hari itu saya datangi. Warung itu bertuliskan warung ide yang dilengkapi dengan logo yang sangat menarik, hampir tidak banyak berbeda dengan logo warung makanan yang banyak dibogor. Dilengkapi dengan sebuah formulir dan pena, tampilan tempat itu terlihat begitu menarik..

Berkaitan dengan tugas, hampir setiap hari saya mendatangi perusahaan makanan dan minuman di area jakarta timur, cikarang samapi Cikampek. Dari begitu banyak perusahaan yang saya kunjungi, baru kali itu saya melihat tempat pengumpulan ide yang begitu menarik. Tempat yang benar benar " out of the box "

Mudah mudahan, packaging yang menarik dari tempat itu dapat menangkap esensi dari dibuatnya tempat tersebut.Menangkap sebanyak mungkin ide ide segar dari seluruh kalangan karyawan. Memberikan sebuah ruang bagi terbukanya pemikiran baru agar perusahaan menjadi lebih baik. Dilanjutkan dengan rangkaian plane of Action .Karena jika perusahaan berkembang dengan baik, maka karyawan akan mendapatkan balasan setara dengan perubahan tersebut.

Waroeng ide juga mengingatkan saya untuk mencatat semua kilasan kilasan ide yang muncul, siapa tahu dari sekian banyak ide yang ditulis, satu diantaranya membuat saya menjadi orang yang lebih baik.